EP The Three Magical Penguins dari Zeke and The Popo, band yang seenaknya mindah - mindahin suasana lagu


Tumben - tumbenan gua berani ngereview musik di blog ini. Gatau kenapa di kepala gua akhir - akhir ini terlalu banyak suara “ayo review musik apalagi, review musik apalagi” dan hati yang susah ditenangkan. Sementara kalo review musik di youtube butuh proses diskusi dan editing. Jadi, yaa gua liampiasin disini aja kali yee.

Sebenernya bukan ide yang bagus yah, review musik pertama kali di blog ini terus ngereview nya EP dari Zeke and The Popo - The Three Magical Penguins. Karena yang gua dengerin secara musik nya kompleks banget. Sementara gua ga ngerti apa - apa soal musik. Yaaa apa daya aku hanya manusia biasa yang mencintai musik untuk memanjakan telinga yang tidak terlalu bagus ini wkwk.

Tapi selain gua berani, alasan gua sampe mau - mau nya review EP yang susah direview buat orang awam kaya gua ini adalah karena gua suka banget sama EP ini. Apalagi karena band ini udah lama vakum, terakhir ngeluarin album yang bertajuk Space In The Headlines itu di tahun 2007. Jadi EP ini spesial dan bikin penasaran. Udeh sampe di titik mana nih Zeke and The Popo saat ini.

Dari album nya yang Space In The Headlines secara musik emang udah kompleks sih dari dulu. Tapi menurut gua di EP The Three Magical Penguins yang berisi 3 track ini lebih ekstrim lagi.
Contohnya kaya di track pertama :

Charlie

Banyak nada - nada yang bener - bener ga gua duga. Pindah - pindah suasana. Yaa walaupun lebih dominan ke horror yah gua ngerasainnya. Berawal dari nada - nada yang enak dilakukan ketika gua menganggukkan kepala perlahan - lahan sambil memejamkan mata, sampe ke bagian tengah. Terus pas di bagian akhir mereka mengejutkan gua. Secara tiba - tiba gitar meraung - raung membuka mata gua yang sayup ini dan pattern drum yang seru. Gokss, gilakkk pokonya. Track pembuka yang menarik didengarkan lebih jauh lagi buat ke track - track selanjutnya.

Alisha

Berbeda di track pertama Charlie. Track kedua yang berjudul Alisha ini terdengar manis dan menyenangkan banget yah. Bahkan gua sempet kepikiran kayanya ini lagu cocok buat didengerin anak - anak wkwkw. Nada - nada nya lucu dan ceria banget. Bikin senyum - senyum sendiri lah. Yaa ekspresi nya beda lah sama orang gila. Apalagi di bagian tengah ada suara keyboard yang terdengar lucu dibarengi dengan siulan. Ngebuat gua tersenyum pas di bagian itu. Terus di bagian akhir juga ada beberapa vokal dengan nyanyian “pap pap pap pap pap” gitu katanya. yang dibarengi dengan nada yang tinggi dan pattern drum yang seru juga. Sumpah, indah lagu ini.

Mankind

Berbeda lagi dari track pertama Charlie dan Track Kedua Alisha. Track ketiga yang berjudul Mankind ini terdengar lebih sendu dan enak buat tidur. Diawali dengan gitar akustik dan keyboard, juga diisi oleh suara yang berat nan dewasa yang yaaa sepertinya itu adalah suara nya Leonardo Ringo yah, yang juga punya band Swing Rockabilly bernama “Leonardo and His Impeccable Six”. Sorry ya cuma menebak - nebak, soalnya di EP nya gaada infonya. Dia lebih dominan disini dibanding Zeke yang hanya mengisi dibagian tengah nya aja. Kenapa gua bilang begitu, karna di track - track sebelumnya yang mengisi semua vokal utama nya adalah Zeke sendiri.


Secara keseluruhan, EP ini bagus banget. 3 lagu dengan suasana yang berbeda. Yaa walaupun di lagu Charlie pindah - pindah suasana nya cukup ekstrim sih dari track yang laen. Malah gua berpikir, kayanya musik - musik di 3 lagu ini disesuaikan dengan karakter 3 penguin yang ada disini deh. Mungkin mereka berusaha menggambarkan kepada kita bahwa Charlie adalah karakter yang pemberani. Lalu Alisha adalah Penguin wanita yang ceria, menggemaskan dan berkelakuan seperti anak kecil. Lalu terakhir Mankind Penguin yang dewasa. Yaa itu cuma kira - kira aja ya. Kalo kata seniman kan setiap orang punya interpretasi sendiri terhadap suatu karya. Haha

Gua yakin EP ini juga menceritakan sesuatu di lirik nya, tapi karna ini lirik nya bahasa inggris semua. Jadinya ya gua susah untuk mengartikan yah. Secara inggris gua yang dibawah pas - pasan ini. Hehe dasar aku, kalo kata anak sekarang mah. Juga di album ini gaada liriknya. Yaa bisa dimaklumi sih, biasanya setiap band yang ngeluarin EP kebanyakan gaada lirik di fisik nya.

Jadi buat lu yang baca blog ini, coba deh dengerin EP ini. Karena bakal ada kejutan yang kalian gapernah tau. Yaa dimana - mana kejutan rahasia yah, tapi ini udah gua kasih tau duluan. Hehe dasar aku, kalo kata anak sekarang mah. Tapi gapapa, Kalo musik bagus didenger beberapa kali juga mah tetep keren kok.

Pokonya EP ini bisa lu dengerin di Spotify atau bisa lu cari rilisan fisik nya. Kayanya masih ada deh beberapa yang masih jual gua liat di Instagram. Harga nya 40rb. Kalo gua sih waktu itu beli nya Record Store Day di Kuningan. EP ini cuma dicetak 120 copy. Jadi kalo yang mau beli cepetan yah, keburu diborong orang terus mereka jual lagi dengan harga melonjak wkwkw. Karna biasanya EP itu akan langka dengan sendirinya.



Komentar

Postingan populer dari blog ini

APA ISTIMEWA NYA ALBUM MEMORANDUM DARI PERUNGGU?

Review: Sal Priadi - MARKERS AND SUCH PENS FLASHDISKS

"Bales Pake Karya"