APA ISTIMEWA NYA ALBUM MEMORANDUM DARI PERUNGGU?

Sudah lama sekali blog ini terkubur dalam-dalam. Tentunya karena gairah sang penulis yang tak stabil untuk melukis pada kolom ini. Alangkah baiknya semua hasrat itu gua gali kembali dalam-dalam agar lebih waras lagi. Yang tentunya semua gairah itu bangkit kembali akibat pembahasan topik ini yang sangat ingin gua bahas.

Belakangan, gua banyak sekali mendengar, merasakan, album-album musik yang hadir di Indonesia. Tapi entah kenapa gua baru kembali lagi benar-benar merasakan sesuatu tanpa tendensi ingin menjadi yang terbaik, sederhana dari segi musik dan lirik, hanya didasari oleh kesenangan bermusik yang hakiki, sehingga nyawa seluruh lagu pada album ini sangat tersampaikan. Ya, memang seni yang baik menurut gua adalah seni yang berhasil menyampaikan seluruh rasa dan pesan kepada penikmatnya, seperti Album "Memorandum" dari Perunggu yang daritadi gua bicarakan. 

Memang banyak juga musisi atau band yang gua dengarkan belakangan ini terasa bersenang-senang pada musik yang mereka mainkan. Tapi gua merasa bahwa mereka masih ada tendensi untuk menjadi yang terbaik. Walau terasa saru. Tidak ada salahnya juga.

Kalo dilihat dari backstory nya, memang Perunggu berawal dari band pulang kantor yang ingin melepas stress setelah mengalami hari yang panjang pada pekerjaannya. Mungkin itu sebabnya output yang dihasilkan terasa bersenang-senang dan enerjik untuk melepas emosinya. Coba dengar lirik-lirik lagu nya yang berjudul "Per Hari ini", "Prematur", dan "Ini Abadi". Suara dan keresahan dari buruh yang bekerja di pabrik? Sudah banyak, tapi suara dan keresahan pekerja urban yang banyak di impikan oleh remaja sekarang? Masih sedikit. Mungkin remaja-remaja itu perlu mendengarkan album ini sebagai bahan pertimbangan saja hahaha

Lewat "Memorandum", gua diingatkan kembali bahwa betapa hebatnya hasil karya jika dibuat hanya untuk bersenang-senang. Dan ini semua patut dirayakan dengan rilisnya album ini. 

Selamat!

Semoga gua bisa membeli fisiknya di lain kesempatan.

Komentar

Postingan populer dari blog ini

Review: Sal Priadi - MARKERS AND SUCH PENS FLASHDISKS

"Bales Pake Karya"