Review : Kucumbu Tubuh Indahku


Film ini berkisah tentang perjalanan hidup Juno, sejak kecil hingga dewasa menjadi penari, di sebuah desa di Jawa, yang terkenal sebagai desa penari lengger lanang, jenis tarian perempuan yang dibawakan penari laki - laki. Kehidupan Juno kecil adalah kehidupan peleburan tubuh maskulin dan feminin yang terbentuk alami oleh kehidupan desa dan keluarganya, namun perjalanan hidupnya selanjutnya adalah perjalanan kehidupan penuh trauma kekerasan tubuh.

Wahyu Juno adalah karakter yang menarik, bagaimana ia dari kecil dididik dengan sangat keras dan seringkali melihat kekerasan dihadapannya. Dengan pribadi yang pendiam dan lembut. Ia berpetualang untuk belajar mencintai diri sendiri dengan berbagai pengalaman yang ia lewati.

Gokilnya lagi, Garin Nugroho sang Sutradara selaku Penulis disini bisa membuat cerita ini menjadi luas tapi tetap pada intinya. Seperti dia bisa menarik karet gelang sekuat dan semaunya, tapi ga putus sama sekali.

Musiknya ( Mondo Gascaro ) juga tepat guna. Muncul di beberapa titik yang mempermanis adegan - adegan tersebut. Bahkan memperindah adegan, dan ditambah dengan sinematografi dari ( Teoh Gay Hian ) yang magis. Nyanyian - nyanyian yang dilontarkan dari beberapa pemain juga mampu membuat gua hanyut dalam dialognya.

Rianto yang muncul beberapa kali di tiap pijakan babak juga mampu menyegarkan gua sebagai penonton dengan gerakan yang simbolis dari awal babak, mimik muka, dan cara bertutur nya. Artistik banget lah.

Garin juga disini sesekali memasukkan kritik sosial dimana politikus yang memiliki kekejaman untuk tetap mempertahankan kekuasaannya dengan cara apapun, yang relevan pada saat itu. Dan masih relevan saat ini.

Film ini bertempo cukup lambat, tiap alurnya penuh rasa dan ekspresi yang dalam. Gua pun turut merasakannya, seperti yang gua bilang diatas, nyanyian dari beberapa pemain, ekspresi yang mendalam, dan cara bertutur mereka benar - benar membuat gua merasuk kedalam film.

Garin tetaplah garin, terbang tinggi ke festival luar negeri ( termasuk film ini ). Tapi menukik di negeri sendiri.

Komentar

Postingan populer dari blog ini

APA ISTIMEWA NYA ALBUM MEMORANDUM DARI PERUNGGU?

Review: Sal Priadi - MARKERS AND SUCH PENS FLASHDISKS

"Bales Pake Karya"