Halo.
Selama kurun waktu 6 bulan sejak Januari hingga Juni ini, bisa dibilang hasrat "menulis" jadi molor. Ya, molor menulis untuk tujuan masturbasi maksudnya. Karena belakangan malah rajin menulis hook, script, hingga caption media sosial untuk nyebokin kemauan-kemauan orang lain saja.
Apalah itu sampah trendi yang memaksa gua untuk mengais, hingga mengoyaknya satu per satu demi membunuh tetek bengek hutang piutang ini. "Mampus kau dikoyak-koyak trendi," saut WS Rendra dari atas singgasana sana kepada gua.
Alasan hasrat ini selalu molor, hanya lantaran perkara diberi kabar nggak pasti sejak beberapa bulan lalu. Alhasil hasratnya kian memudar, menghitam, bernanah, bahkan membusuk sampai-sampai benci untuk menghirup aromanya lagi.
Awalnya gua kira hasrat ini bakal gua kubur seterusnya hingga menyisakan tulang belulang. Tapi ternyata, setelah lama tak menggelutinya akhirnya gua memutuskan untuk membongkarnya kembali dari liang lahat. Itu semua berdasarkan cuma karena rasa cinta. Ciehh, dasar cinta!
Kini keadaannya sudah sedikit subur. Setelah gua benahi dan bersihkan perlahan-lahan, menanam kembali, memupuknya, sampai akhirnya merekah sedikit demi sedikit. Walaupun besarnya belum seperti sedia kala sih.
Ya, tanpa bridging apapun, gua berdoa semoga hasrat ini akan terus terawat hingga mendekati senja.

Komentar
Posting Komentar