ULASAN BUKAN PATOKAN!!
Gua udah beberapa kali bikin review soal album musik dan film yang gua
share disini dan youtube gua. Niatnya cuma pengen ngebacot doang. Atau lebih
tepatnya "Mengeluarkan Perasaan" ketika abis nikmatin suatu karya.
Maupun ada yang berisi kritikan atau pujian.
Tapi ironisnya, beberapa temen suka nanya pendapat ke gua untuk dijadikan tolak ukur mereka. Kaya misal,
"Menurut lu ini bagus ga?"
Dalem hati, "Waduh, kenapa nanya ke gua sih, kredibilitas aje gaada wkwkw kenapa ga nikmatin sendiri aja sih.."
Dan emang masih banyak orang - orang yang menjadikan review dari author tertentu sebagai acuan untuk memutuskan menikmati karya tersebut atau engga. Tapi jujur, hal yang paling gua paling kesel adalah tipe manusia yang suka ngomong ke gua,
"Kenapa pada bilang ini bagus ya?"
"Ya kemaren gua nonton sih menurut gua sih…………….."
"Kalo menurut gua yang gua liat dari situs ini sih…………….."
Halahh, mati aja sono lu sekalian dikuburinnya sama author itu dah. Konsumsi karyanya aja belom udeh berpendapat.
Tapi gua juga pernah kok di titik itu. Wkwkw Ternyata gua pernah jadi orang yang gua benci yaa
Tapi lama - lama gua mikir,
"Anjingg, selama ini kenapa gua harus setuju ama karya yang belom gua konsumsi sama sekali?"
Dan yang lebih parahnya, gua juga pernah males buat nikmatin karya tersebut cuma karna review jelek dari author itu. Dan kesadaran gua waktu itu timbul saat gua mengkonsumsi satu karya, dan menurut gua ini bagus banget. Terus gua bandingin sama salah satu review di website. Dan ternyata beda jauh cuy..
"Hah?ko disini jelek dah?"
Akhirnya kejadian tersebut memperkuat iman gua buat jangan terpengaruh sama review - review lain.
Gua juga inget waktu itu setelah nonton The Shining karya Stanley Kubrick, yang bisa gua bilang ini adalah satu film horror terbaik.
"Hah?masa?"
"Iya waktu itu, cuman akhirnya diralat".
Dan bener ajee, The Shining pada masa nya pernah masuk nominasi Razzie Award atau nominasi film terburuk.
Oke jangan jauh - jauh, film Joker aja deh yang gua dan masyarakat banyak bilang film ini bagus. Gua pernah cek di situs Tomat Busuk dan hasilnya berapa?
Tapi emang kalo dari definisnya aja yang gua tau dari wikipedia dan coba gua rangkum disini, Kritik Secara etimologis asalnya dari bahasa Yunani 'clitikos - "yang membedakan", kata ini sendiri diturunkan dari bahasa Yunani Kuno, krités, artinya "orang yang memberikan pendapat beralasan" atau "analisis", "pertimbangan nilai", "interpretasi", atau "pengamatan". Begitu juga Kritik Seni, yang merupakan usaha pemahaman dan penikmatan karya seni. Kritik merupakan kajian rinci dan apresiatif dengan analisis yang logis dan argumentatif untuk menafsirkan karya seni.
Nah, dari definisi diatas aja udah ngasih inti bahwa kritik itu, ya Subjektif dari kacamata Author nya. Dari situ juga gua berpendapat kalo yang namanya review dimanapun yaa gaada yang objektif. Tapi orang - orang selalu menggaung - gaungkan,
"REVIEWNYA GA OBJEKTIF NIH!!!"
"GOBLOKK KREDIBILITAS NYA INI WEBSITE DIMANA SIH?SUBJEKTIF BANGET!!"
Ya mau ampe Iwan Fals jadi Iwan Merdu juga gabakal ada yang kek gitu.
Filmmaker sekelas Martin Scorsese dan Stanley Kubrick deh, yang dalam dunia film udeh kaya tuhan aja waktu itu pernah najis - najisin yang namanya kritikus.
Menurut Scorsese, pernah bilang ke salah satu situs Tomat Busuk, situs itu bisa jadi adalah alat monopoli pasar dan bisa jadi juga ada hubungannya dengan bisnis film didalamnya.
"To see a film once and write a review is an absurdity. Yet very few critics ever see a film twice or write about films from a leisurely, thoughtful perspective. The reviews that distinguish most critics, unfortunately, are those slambang pans which are easy to write and fun to write and absolutely useless. There's not much in a critic showing off how clever he is at writing silly, supercilious gags about something he hates."
Jadi udah deh ya.. dari bacotan gua diatas, gua simpulkan bahwa suatu karya itu selera masing - masing. Mau ada orang yang bilang jelek ataupun bagus, ya menurut lu aja gimana.
"Tapi kan dia kritikus professional, masa gua ga percaya omongan dia?"
Ya dia juga manusia kok. Se-kredibilitas apapun author, dia juga punya sudut pandang, cara memahami suatu karya, interpretasi, dan selera yang beda sama kita. Jadi kalo menurut gua sih anggep aja ulasan dari author diluar sana adalah perasaan mereka, atau pendapat mereka terhadap karya tersebut. Jangan sampe terpengaruh sama pendapatnya, apalagi kalo belum di konsumsi.
Tapi ironisnya, beberapa temen suka nanya pendapat ke gua untuk dijadikan tolak ukur mereka. Kaya misal,
"Menurut lu ini bagus ga?"
Dalem hati, "Waduh, kenapa nanya ke gua sih, kredibilitas aje gaada wkwkw kenapa ga nikmatin sendiri aja sih.."
Dan emang masih banyak orang - orang yang menjadikan review dari author tertentu sebagai acuan untuk memutuskan menikmati karya tersebut atau engga. Tapi jujur, hal yang paling gua paling kesel adalah tipe manusia yang suka ngomong ke gua,
"Kenapa pada bilang ini bagus ya?"
"Ya kemaren gua nonton sih menurut gua sih…………….."
"Kalo menurut gua yang gua liat dari situs ini sih…………….."
Halahh, mati aja sono lu sekalian dikuburinnya sama author itu dah. Konsumsi karyanya aja belom udeh berpendapat.
Tapi gua juga pernah kok di titik itu. Wkwkw Ternyata gua pernah jadi orang yang gua benci yaa
Tapi lama - lama gua mikir,
"Anjingg, selama ini kenapa gua harus setuju ama karya yang belom gua konsumsi sama sekali?"
Dan yang lebih parahnya, gua juga pernah males buat nikmatin karya tersebut cuma karna review jelek dari author itu. Dan kesadaran gua waktu itu timbul saat gua mengkonsumsi satu karya, dan menurut gua ini bagus banget. Terus gua bandingin sama salah satu review di website. Dan ternyata beda jauh cuy..
"Hah?ko disini jelek dah?"
Akhirnya kejadian tersebut memperkuat iman gua buat jangan terpengaruh sama review - review lain.
Gua juga inget waktu itu setelah nonton The Shining karya Stanley Kubrick, yang bisa gua bilang ini adalah satu film horror terbaik.
Temen gua tiba - tiba
bilang,
"Ini film pernah
jadi film terburuk sepanjang masa tau."
"Hah?masa?"
"Iya waktu itu, cuman akhirnya diralat".
Dan bener ajee, The Shining pada masa nya pernah masuk nominasi Razzie Award atau nominasi film terburuk.
Oke jangan jauh - jauh, film Joker aja deh yang gua dan masyarakat banyak bilang film ini bagus. Gua pernah cek di situs Tomat Busuk dan hasilnya berapa?
CUMA 68%!!! Situs
kritikus ternama itu loh.
Tapi emang kalo dari definisnya aja yang gua tau dari wikipedia dan coba gua rangkum disini, Kritik Secara etimologis asalnya dari bahasa Yunani 'clitikos - "yang membedakan", kata ini sendiri diturunkan dari bahasa Yunani Kuno, krités, artinya "orang yang memberikan pendapat beralasan" atau "analisis", "pertimbangan nilai", "interpretasi", atau "pengamatan". Begitu juga Kritik Seni, yang merupakan usaha pemahaman dan penikmatan karya seni. Kritik merupakan kajian rinci dan apresiatif dengan analisis yang logis dan argumentatif untuk menafsirkan karya seni.
Nah, dari definisi diatas aja udah ngasih inti bahwa kritik itu, ya Subjektif dari kacamata Author nya. Dari situ juga gua berpendapat kalo yang namanya review dimanapun yaa gaada yang objektif. Tapi orang - orang selalu menggaung - gaungkan,
"REVIEWNYA GA OBJEKTIF NIH!!!"
"GOBLOKK KREDIBILITAS NYA INI WEBSITE DIMANA SIH?SUBJEKTIF BANGET!!"
Ya mau ampe Iwan Fals jadi Iwan Merdu juga gabakal ada yang kek gitu.
Filmmaker sekelas Martin Scorsese dan Stanley Kubrick deh, yang dalam dunia film udeh kaya tuhan aja waktu itu pernah najis - najisin yang namanya kritikus.
Menurut Scorsese, pernah bilang ke salah satu situs Tomat Busuk, situs itu bisa jadi adalah alat monopoli pasar dan bisa jadi juga ada hubungannya dengan bisnis film didalamnya.
Dan Stanley Kubrick
pun pernah bilang begini :
"To see a film once and write a review is an absurdity. Yet very few critics ever see a film twice or write about films from a leisurely, thoughtful perspective. The reviews that distinguish most critics, unfortunately, are those slambang pans which are easy to write and fun to write and absolutely useless. There's not much in a critic showing off how clever he is at writing silly, supercilious gags about something he hates."
Jadi udah deh ya.. dari bacotan gua diatas, gua simpulkan bahwa suatu karya itu selera masing - masing. Mau ada orang yang bilang jelek ataupun bagus, ya menurut lu aja gimana.
"Tapi kan dia kritikus professional, masa gua ga percaya omongan dia?"
Ya dia juga manusia kok. Se-kredibilitas apapun author, dia juga punya sudut pandang, cara memahami suatu karya, interpretasi, dan selera yang beda sama kita. Jadi kalo menurut gua sih anggep aja ulasan dari author diluar sana adalah perasaan mereka, atau pendapat mereka terhadap karya tersebut. Jangan sampe terpengaruh sama pendapatnya, apalagi kalo belum di konsumsi.




Komentar
Posting Komentar