Review film : Us
Singkatnya, film Thriller/Comedy ini bercerita tentang teror yang dihadapi keluarga Adelaide Wilson saat menghabiskan liburan musim panas di pantai Amerika Serikat. Teror ini semakin mencekam ketika mereka kedatangan satu keluarga yang memiliki wajah dan penampakan yang sangat mirip dengan keluarganya.
Pas nonton, jujur aja dari awal babak kedua saat teror kedatangan satu keluarga yang sangat mirip kerumahnya sampe saat film mau selesai, gua cuma bisa nganga aja pas pertama kali nonton. Karena yang pertama, scene demi scene yang ada di film ini bener - bener di luar ekspetasi. Timing jump scare nya tepat. Cast nya juga gila - gilaan disini. Yang jadi perhatian gua adalah betapa kerennya Lupita Nyong'o dan Shahadi Wright menjadi cloning-an disini. Kedua, hampir sepanjang film pikiran gua selalu bertanya - tanya “apasih yang sebenarnya terjadi???”. Sepanjang film juga lu gatau mau dibawa kemana sama ini film, tapi lu ngikut aja karna penasaran.
Penulisan comedy nya juga tepat. Porsi nya pas. Gua juga kagum dengan keberanian Peele, bagaimana beberapa suasana yang creepy dan menegangkan bisa cair dengan perkataan yang dilontarkan badutnya disini yaitu Winston Duke disini. Meski ada beberapa yang dark, tapi cocok buat gua.
Scoring nya juga pas, bisa menambah suasana tegang dengan sangat - sangat apik dan dengan porsi yang pas. Pemilihan lagu - lagu nya juga disini ga di duga - duga. Tapi keren, gimana adegan yang sadis dibalut dengan lagu “The Beach Boys - Good Vibrations” dan “NWA - Fuck The Police”. Itu sesuatu yang fresh buat gua.
Secara naskah juga kuat, solid, dan tiap scene punya alasan yang kuat. Kita juga bisa believe dengan apa saja yang dilakukan oleh para cast nya. Meskipun menurut gua ada beberapa cara menjelaskan yang kurang tepat tentang siapa orang - orang yang mirip mereka itu hanya dengan ungkapan dan cuma sedikit memberi petunjuk lewat adegan.
Cinematography di film ini juga bener - bener keren. Mike Gioulakis selaku sinematografer disini bener - bener membuat shot - shot yang menarik.
- Seperti pas Lupita Nyong'o melawan dirinya sendiri dibawah tanah dengan lampu yang gelap.
- Close up dari para cloning-an yang membuat bulu kuduk merindingS
- Saat dimana satu keluarga dari Adelaide Wilson sedang bersantai di ruang keluarga josh, lalu angle dari atas menyorot anaknya Josh yang mengerikan terbaring di meja kaca.
- Saat satu keluarga Adelaide baru datang ke pantai dengan angle dari atas dan terlihat pasir dan bayangan yang mengikuti satu keluarga tersebut.
- Dan yang mencengangkan saat pertama kali nonton, bagian ending dimana kamera bergerak dari atas menyoroti betapa indahnya “Rantai Manusia” berjejer, membentang perbukitan.
Disini juga ada beberapa pesan yang ingin disampaikan oleh Peele secara tersirat. Yang gua tangkep disini adalah :
- Sejauh mana manusia bisa melawan dirinya sendiri, melawan ego nya, melawan sisi liar nya, pasti susah kan?
- Film ini berawal dari tahun 1986. Yang memang saat itu terjadi peristiwa “Rantai Manusia” untuk bentuk amal terhadap kelaparan yang terjadi.
- Gua menganggap Cloning-an yang berada di bawah tanah dengan hidupnya yang kesusahan dan kelaparan, adalah orang - orang di Amerika yang hidupnya kesusahan, kelaparan, di diskriminasi, dan tidak diperhatikan oleh mereka yang di atas. Dan sekumpulan orang di bawah tanah tersebut seperti menunjukkan kasta, dan berusaha bangkit menuju keatas karna sudah muak dengan keadaan.
- Josh disini sebagai teman dari Gabe, orang kulit putih yang kaya raya dan mageran. Menunjukkan bahwa orang kulit putih di Amerika yang bergelimang harta dan mageran
- Saat Lupita Nyong'o bilang “kita harus pergi dari sini, kita harus ke Meksiko”. Seperti menunjukkan bahwa kaum kulit hitam tidak betah di Amerika dan segera ingin pergi jauh - jauh.
- Yeremiah pasal 11 ayat 11 yang hampir membuat pertanyaan di sepanjang film, yang berisi “Sesungguhnya, Aku mendatangkan ke atas mereka malapetaka yang tidak dapat mereka hindari, dan apabila mereka berseru-seru kepada-Ku, maka Aku tidak akan mendengarkan mereka.” Menunjukkan bahwa sebentar lagi akan ada sesuatu yang datang dari bawah dan lu bakal susah buat ngehindarinnya. Jika terjadi, selesaikan sendiri.
- Bisa jadi juga, judul dari “Us” itu adalah kepanjangan dari “United States”.
Yak, mungkin itulah beberapa pesan yang gua tangkep dari film ini. Semua itu ga mutlak, semua bebas punya tafsiran nya sendiri.
Tapi yang jelas, film ini bikin cape. Serasa dikejar - kejar. Yang hebatnya adalah walaupun seperti kejar - kejaran saja sepanjang film, untungnya Peele bisa mengemasnya dengan scene - scene yang keren, cast, dan komedi yang tepat. Kalo ga, film nya bakal membosankan.
Gua udah nonton dua kali, bagian plot twist di akhir menurut gua emang agak kurang tepat penempatannya. Setelah melalui proses pertimbangan diri sendiri pas pertama nonton “kayanya agak maksa plot twist nya disitu deh, coba nonton lagi ntar deh”. Pas nonton kedua kali, gua jadi yakin “yaa, emang ga tepat.”
Film ini menurut gua juga harus ditonton dari awal banget, jangan sampe telat. Karna kalo telat, elu sendiri yang bakalan rugi. Karna kunci nya ada di awal.
Dibandingkan dengan Get Out? Gua milih ini sih. Karena film ini menurut gua adalah sesuatu ide cerita yang sangat - sangat liar dari seorang Jordan Peele. Hampir sepanjang film juga susah ditebak apa yang bakal terjadi selanjutnya. Tapi kalo Get Out gua masih bisa menebak apa yang akan terjadi dan apa yang di maksud di tiap teka - teki nya.

Komentar
Posting Komentar