Tenggelam Dalam Gelap
Gua denger kabar dari temen - temen gua bahwa katanya itu video terakhir
mereka berdua. Tapi gua ga segampang itu percaya sebelom nonton. Setelah
nonton, mereka benar benar bilang bahwa “kami akan mengundurkan diri dari badan
usaha tersebut dan benar-benar pamit dari dunia hiburan, apalagi stand up
comedy”. Dengan respon “ohh..” gua belom percaya, pasti di akhir video mereka
bakal bilang “tapi boong..!”, Ternyata saat video nya abis, tidak ada terdengar
seruan “tapi boong..!” Di akhir video nya. Dengan melihat video itu, tentunya
gua lagi-lagi belom percaya “ahelah” paling nanti upload video kedua dimana
mereka bilang “tapi boong..!”.
Sehabis ngeliat video itu gua liat - liat Timeline Twitter & Instagram,
ternyata para komik ( stand up comedian ) mengucapkan terima kasih pada mereka
berdua dan menyayangkan mereka pamit dari dunia hiburan. Abis itu gua mikir
“kalo udh begini, berarti ini beneran” dan setelah ngeliat itu semua, jujur…
gua sedih, kesel, gregetan. Rasanya cepet banget, komedi berani, sangar, dan
songong akhirnya tenggelam. Kalo cuma ngundurin dari badan usaha tersebut sih,
jujur gua ga akan sesedih ini. Tapi ini dari dunia hiburan dan stand up comedy,
artinya mereka berdua benar - benar ga akan terlihat lagi di on air maupun off
air dengan komedi nya. Sedih karna ditinggal mereka berdua, kesel karna acara
off air mereka di Local Stand Up Day yang sudah lama lalu itu bener - bener
keren, acara stand up comedy terbaik yang pernah gua liat. Kesel juga karna
tidak akan melihat “hiya hiya” dan nada coki di dunia hiburan indonesia.
Tentunya juga kesel karena ulah mereka ( kubu lawan ) yang membela keyakinannya
dengan otak kosong.
Gua masih ga ngerti penistaan dari video masak babi dengan kurma ada di
mana. Gua liat - liat berita, katanya dibilang penistaan pas muslim bilang
“kalo daging babi ini kita siram pake sirup kurma, bisa jadi dia muallaf”.
Letak menista nya dari kata - kata itu dimana, gua masih ga ngerti. Kalo letak
menista nya di babi jadi muallaf karna disiram kurma, itu bukan menista namanya
dong. Kalo mau di logikain walaupun itu komedi nya, babi aja ga punya agama,
mana ada hewan punya agama. Kurma pun juga gapunya agama, mana ada buah -
buahan punya agama. ( Walaupun kedengerannya lucu kalo dilogikain, tapi kubu
lawan berpikir seperti itu ) Dua hal ini hanya sebatas simbol, daging babi
simbol dari non muslim, dan kurma simbol muslim, cuma simbol gitu. Kurma itu makanan pokok timur tengah, termasuk israel.
Lagian kenapa ga diliat substansi nya sih? Muslim disitu memasak daging
babi untuk coki yang non muslim. Ada toleransi yang ingin mereka sampaikan
disitu, dan muslim tidak sama sekali makan daging babi tersebut. Aneh, gua ga
abis pikir. Ada aja mereka ( kubu lawan ) nyari kesalahannya, melalui ancaman
lah, ngata - ngatain lah, apalah itu yang mencerminkan apa yang kalian ( kubu
lawan ) yakini dan perdalam? Padahal di Indonesia ada masalah korupsi pengadaan
Al-qur'an, korupsi dana haji, dan penipuan uang jamaah haji yang jelas - jelas
mempermainkan agama.
Baru pertama kali gua sedih karna komedi, sedih banget. Karena coki dan
muslim bener - bener mundur dari dunia hiburan. Mereka ( kubu lawan ) bener -
bener keterlaluan, memotong rejeki orang seenaknya. Memang sudah ada beberapa
dari stand up comedian yang sudah membawakan dark comedy dari dulu. Tapi mereka
lah, Majelis Lucu Indonesia yang membawa dark comedy sampai ke permukaan.
Terutama coki dan muslim. Komedi yang jujur, menembus batas komedi sebagian
orang - orang awam.
Ketika komedi berniat membawa hiburan, tapi malah kegaduhan. Miris, memang
kita ga bisa mengharapkan respon orang. Komedi nya belom cocok untuk indonesia
yang sebagian masyarakatnya seperti itu. Coki dan muslim belom cocok berada di
permukaan itu. Belom lagi menurut gua mereka hanyalah manusia biasa, tidak
punya back up, tidak punya banyak kekuatan untuk melawan mereka, dan mundur
dari dunia hiburan adalah jalan yang patut kita hargai.
Terima kasih Coki & Muslim yang selalu menghibur gua di off air maupun
youtube. Gua ga akan pernah kalian berdua yang pernah ada di bagian hiburan
indonesia, apalagi stand up comedy. Gua kecewa sebenernya, tapi gua harus
menghargai keputusan mereka berdua. Karena indonesia saat ini sudah ada potensi
“Dilarang untuk tertawa”. Benar kata Warkop DKI, "Tertawalah sebelum
tertawa itu dilarang", dan sekarang mereka ( kubu lawan ) melarang kita
tertawa terhadap komedi coki & muslim, yang sekarang mereka telah tenggelam
dalam komedi gelapnya.
Gua sangat - sangat berharap, semoga mereka cuma hanya vakum, dan mudah -
mudahan mereka akan terbit kembali di dunia hiburan Indonesia. Karena bagaimanapun
juga, komedi telah mengubah banyak hidup gua, berdamai dengan diri sendiri,
mentertawakan ketika orang lain mengolok - olok gua, dan juga menguatkan mental
gua.
Komentar
Posting Komentar