Special Show Uus Selalu Salah, Memang Uus Selalu Salah

Minggu tanggal 8 Juli 2018 kemaren gua menghadiri special show Uus, yang berisikan pengisi acara dari sahabat - sahabat nya Uus, yaitu Dimzy, Dicky Difie, Syahrul Gustiawan, Gilang Bhaskara, Vikri Rasta, Jason Ranti, dan istrinya Kartika Wijaksana. Bertempat di Goethe Institute, Menteng. Naik motor kesana bersama kaka gua, dan dia yang beasiswa in juga. Sampe disana gua langsung ke tempat penukaran tiket, sambil berjalan gua melihat comic - comic papan atas, dan ada Pandji Pragiwaksono, yang menurut isu nya sempet ada perseturuan dengan Uus. Dan setelah tiket ditukar gua mendapatkan souvenir. Yak, Minyak masuk angin, isinya cuma angin, sesuai namanya. Hmm.. gua langsung berfikiran “ini kalo orang kondangan dikasih souvenirnya kek gini pada protes kali yak”.


Jam 8 open gate dibuka, langsung masuklah gua kesana, dan disambut oleh duo MC Syahrul Gustiawan dan Dimzy, yang memanaskan tawa penonton dengan kebanyakan jokes plesetan ala Uus. Lalu, lampu sudah mulai dipadamkan, turun dari panggung lah mereka berdua, dan disambut dengan bumper Dolby seperti di bioskop – bioskop. Satu ruangan riuh penuh tawa. Sehabis itu juga disambut oleh iklan minyak masuk angin yang menambah riuh tawa penonton. Setelah itu Dimzy dan Syahrul Gustiawan masuk kembali sebagai MC, dan gua liat ada TV disamping panggung, yang membuat gua berfikir “ini buat apaan dahh”.

Sambil mengemsi, Dimzy bercerita tentang hutang 25 juta ke Uus yang sampai saat ini belom dia bayar.

“Gua punya utang sama Uus 25 juta, saat itu setiap uus mau nyamperin gua, gua pergi, pokonya gua kabur - kaburan mulu lah. Sampe suatu ketika gua dipertemukan dengan Uus, lalu dia ga menagih utang gua dan dia cuma bilang “gua gamau kehilangan temen cuma karna uang, gua cuma mau lu berhenti make barang - barang tersebut.”

Sontak dengan cerita Dimzy membuat satu ruangan bertepuk tangan. Lalu mulai Basa - Basi Mc kembali, dan tiba - tiba Uus masuk ke panggung dengan kaos putih, dan sendal sambil bilang

“buruan donggg, gua ngeri tawanya abis nanti”


           Sontak membuat penonton tertawa. Lalu, duo MC tersebut mulai memanggil nama - nama pengisi acara seperti Vikri Rasta, yang mempunyai hutang 30 Juta ke Uus untuk menikah, dan dia banting stir menjadi musisi. Membuka dengan lagu yang sangat jujur dan kritis, berkolaborasi dengan musisi jalanan yang bermain Jimbe.



Setelah itu ada, Dicky Difie yang mempunyai hutang dengan Uus sedikit, tapi sering. Dengan kelambaian beliau membuat LPM yang padat. 


Sehabis itu ada Jason Ranti, musisi favorit gua dengan lagu Kafir dan Nakal Boleh Jahat Jangan nya, yang selalu keren setiap gua liat dia tampil. 


Dan setelah itu, ada Kartika Wijaksana, istri dari Uus, yang membuka jokes Dark dengan penonton. Dan diterusi dengan jokes dark nya dan pengakuan mengenai dirinya yang badgirl. Lalu ditutup dengan kata kata

“kenapa gua mau sama Uus?karna cuma dia yang mau nikahin gua. Dan ditutup dengan tepuk tangan penonton.



Lalu setelah itu, Gilang Bhaskara memasuki panggung dengan tepuk tangan penonton, yang ternyata dia cuma bilang

“cek, cek, udah nih”


            Dan ternyata Uus yang masuk ke panggung dan Gilang Bhaskara yang jalan kebelakang panggung, membuat penonton tertawa dengan rasa kesalnya.


Uus langsung memulai dengan candaan khas nya, dengan membalikkan TV yang ada di samping panggung, dan dia bilang

“uus dibalik layar” Yang membuat penonton tertawa ngakak habis - habisan.

Lalu dia bercerita tentang istrinya yang badgirl dan melewati hari - hari dengannya yang sangat berat, dan berhasil mengubah wanita pujaan nya menjadi lebih baik. Dia juga bercerita keluh kesah menjadi artis yang mengharuskan dia untuk menjadi orang lain, dan dia juga sempat resah dengan pelawak - pelawak yang takut diambil panggung nya karna kalah lucu dengan lawannya dengan kata - kata nya 

“gua resah dengan pelawak - pelawak yang dia kalah lucu, terus takut panggungnya di ambil, lah ngelawak mah ikhlas aja gitu, gausah berharap apapun, jangan takut rejeki elu diambil orang.” dengan respon tepuk tangan penonton.

Dia juga bercerita dengan penuh kekesalan tentang netizen yang maha tau tentang istrinya.

“Lu pada tau apa soal tika?!! Gua yang tiap hari sama dia, gua yang tau dia terbaik buat gua apa engga, kenapa jadi elu pada yang sotau?!!” satu ruangan hening langsung.

Dan dia juga mengungkapkan kenapa dia kalo stand up gapernah mempublish siapa dirinya.

“Alasan gua kenapa kalo stand up gapernah mempublish siapa gua, lu juga gapernah tau kan siapa uus sebenernya, karna gua tau lu semua tuh cuma butuh lucu, gapeduli siapa gua sebenernya.”

Dan dia juga bercerita tentang alasan dia menikahi istrinya

“gua kesel sama cowo - cowo yang bilang ahh cewe tatoan mah buat di ewe aja, nahh cewe yg kerudungan baru dinikahin, menurut gua itu ga sepantesnya dilakuin ke wanita.”

Lalu dia juga berargumen tentang kenapa opener di special show ini ada penyanyi nya juga

“kenapa gua sampe ngundang penyanyi juga untuk membuka acara gua, karna gua merasa stand up comedy itu kesenian, dan seharusnya memang kita sebagai sesama pekerja seni bersatu kaya gini.”

Segitu yang gua inget tentang kata-kata Uus yang mampu menggampar satu ruangan, tanpa terkecuali. Sehabis itu Uus memanggil Dicky Difie kembali, sambil menceritakan bahwa mereka akan membuat konten youtube bersama, komedi sketsa. Sambil mempraktekkan di panggung sontak membuat tawa penonton berhamburan. Sehabis itu dia memanggil sahabat dia dari awal memulai di komunitas Stand Up Indo Bandung, Gilang Bhaskara. 


Mereka saling melempar setup dan punchline yang membuat pecah satu ruangan tak terkendali. Setelah itu Gilbhas kembali ke belakang panggung dan Uus langsung menutup acara yang dibarengi dengan standing ovation dari penonton.


Sehabis itu, Uus memanggil salah satu personil dari Sepuluhtura, yang sempat tak ada kabar, Iankanlah. Lalu Uus mulai bercerita kenapa mereka bisa sampai slek, yaitu karna omongan orang. Maka itu Uus mulai mengontak Iankanlah untuk bermain bersama kembali. Dan akhirnya Sepuluhtura bermain kembali di panggung tersebut di mulai dari tepuk tangan penonton. 


Ketika Sepuluhtura tampil, satu ruangan penuh tawa, dengan lagu - lagu yang di parodikannya. Lalu ketika penampilan masih berlangsung semua pengisi acara dipanggil Uus untuk kepanggung semua, sekalian mengakhiri acara, tentunya dengan tepuk tangan penonton yang semakin liar.



Pertunjukkan Uus Selalu Salah telah selesai, ya.. memang, Uus selalu salah. Layaknya kita sebagai manusia, yang penuh kesalahan. Ketika gua keluar dari venue, lalu pulang dengan motor matic gua menuju rumah. Sampai rumah, gua masih terbawa euforia nya. Biasanya gua menonton special stand up show lain masih terbawa euforia jokes - jokes yang diberikan oleh komika nya, dan tersenyum senyum sendiri di kamar. Tapi kali ini berbeda, gua malah merenung dengan apa yang dikatakan Uus dipanggung tadi. dan menurut gua itu adalah hal yang wajar. Karena Uus telah mengajari penonton banyak hal, termasuk gua. Untuk peduli terhadap sesama, tidak menganggap rendah wanita, arti persahabatan, dan berkesenian dengan ikhlas. Saya rasa 250rb adalah harga yang sangat murah untuk special seperti itu. Kalo menurut gua Pandji di Juru Bicara adalah special show terkeren yang pernah gua tonton, dan Soleh Solihun di Dibilang Enak Ya Memang Enak adalah special show terlucu yang pernah gua tonton. Tapi Uus Selalu Salah, adalah spesial show terindah yang pernah gua tonton. gua tidak akan pernah melupakan special ini. Special ini mungkin menjadi hal yang penting, untuk gua berkesenian nantinya, entah menjadi apa.


 Mudah – mudahan juga Uus akan selalu berkesenian, tetap menjadi orang yang baik, tetap menjadi diri sendiri, tetap rendah hati, dan tetap bisa mengajari orang banyak hal.



Komentar

  1. Thank you for sharing πŸ™

    BalasHapus
  2. 2020 musim physical distancing gue mngisi wktu #dirumahaja dengan cek2 Bookmarks kembali baca2 artikel2 yg gue suka dan masih goosebumps baca ini.. terima kasih bang Rifky

    BalasHapus
  3. digital download nya ada gk ya? kalo ada pengen beli dah

    BalasHapus

Posting Komentar

Postingan populer dari blog ini

APA ISTIMEWA NYA ALBUM MEMORANDUM DARI PERUNGGU?

Review: Sal Priadi - MARKERS AND SUCH PENS FLASHDISKS

"Bales Pake Karya"