Tour Menuju Galaksi Palapa Dari Kelompok Penerbang Roket, Konsep Konser Yang Tak Pernah Terbayangkan

( Selasa, 1 Mei 2018 ) Tour Menuju Galaksi Palapa, Lagoon Avenue, Bekasi Selatan. Konsep konser yang ga pernah terbayangkan oleh orang – orang. Mungkin orang – orang bertanya “ada ga yahh konser band di dalam studio bioskop?” mungkin apa yang dilakukan oleh Kelompok Penerbang Roket adalah jawaban nya.

Gua termasuk orang yang dulu sempet ngebayangin juga “berhasil ga sih kalo band rock atau metal gitu konser di dalem studio bioskop?secara kan crowd nya pengen pada moshing, pasti kurang asik”. Tapi setelah gua ngeliat konser Kelompok Penerbang Roket tadi di dalam studio bioskop, yaa asik memang. Cuma gatau kenapa dengan ruangan ac dan dalam posisi duduk kurang dapet aja feel nonton konser nya. Apa mungkin gua emang udah terbiasa nonton konser dengan posisi berdiri dan gerah – gerah an yahh.. yaa itu sih apa yang gua rasain.

Sebelom Kelompok Penerbang Roket tampil dengan lagu – lagu nya, mereka juga memutarkan film dokumenter yang menceritakan tentang proses pembuatan album mereka “Galaksi Palapa” yang nanti Agustus bakal di rilis.

Dengan bocoran sedikit dari para personil nya, John, Rey, dan Viki. Album ini bakalan beda banget sama album pertama dan keduanya. Kenapa bakalan beda? Karena mereka akan membuktikan band Psychedelic yang sebenarnya.

Viki sang Drummer bilang di dalam film ini, “orang – orang tuh pada bilang album pertama dan kedua kita tuh psychedelic, padahal.. bukan. Yaa paling di lagu Target Operasi doang, itu juga paling Cuma 35% lah. Jadi dengan Album Galaksi Palapa ini, kita bakalan buktiin musik Psychedelic yang sebenernya tuh kaya apa.”

Rey sang Gitaris juga bilang di dalam film ini, “sebenernya Galaksi Palapa nih udeh ada dari 2015 an lahh, nahh kenapa ga di keluar keluarin ya karna kita sibuk fokus buat aransemen manggung. Dan emang album ini kita rekam ulang lagi dari yang sebelumnya.”

John sang Bassist sekaligus Vokalis juga bilang di film ini, “di album ini kita akan sedikit bercerita, yaa fiksi gitulah. Dan kenapa nama album nya Galaksi Palapa, karna memang di ceritanya ada banyak orang yang mencari – cari keberadaan planet baru yang bernama Palapa, nahh terus akhirnya setelah dicari akhirnya ketemu. Sebuah pencapaian baru, kehidupan baru, mungkin bakal lebih baik.”

Abis film itu diputar, langsung Kelompok Penerbang Roket ambil alih tampil dengan membawakan lagu “Ekspedisi 69”,“Loba”,“Berita Angkasa”,“Target Operasi”, dan satu lagi gua gatau judul nya, tapi lagu nya keren banget dan nempel banget di pikiran gua.


Kenapa gua rela – relain nonton mereka, karna memang gua suka dengan mereka yang membawakan nuansa 70’s Rock Indonesia kedalam musiknya. Jujur aja, The Sigit emang band yang keren banget dan gua sukain. Tapi entah kenapa gua lebih suka dengan Kelompok Penerbang Roket. Sekumpulan anak muda yang berani memberikan sesuatu yang berbeda, yaitu musik 70’s Rock Indonesia seperti jamannya Duo Kribo, Panbers, dll.

Kalo dibandingin antara crowd The Sigit dan Kelompok Penerbang Roket pun, menurut gua lebih liar dan lebih gila crowd Kelompok Penerbang Roket.

Dan dengan Vokal nya John yang kedengerannya kaya asal teriak, tapi menurut gua itu malah menjadi ciri khas dari Vokal John dan Kelompok Penerbang Roket. Tentunya menambah suasana musik nya dengan gaya 70’s Rock Indonesia.

Lalu selesai acara tersebut, diadakan meet & greet dengan Kelompok Penerbang Roket. Antrian lumayan panjang.

Pas giliran gua langsung aja gua keluarin album pertama nya “HAAI”, album keduanya “Teriakan Bocah” dan poster Menuju Galaksi Palapa yang dapet pas nuker tiket tadi buat minta legalisir sama mereka, dan jangan lupa minta foto bareng. 

 Kamera nya dimane, Mata nya kemane 

Selesai, langsung lah gua turun ke eskalator bawah sambil memandangi album dan poster yang baru aja di legalisir.

Pas gua liat album “Teriakan Bocah” seketika ada yang janggal, pas gua perhatiin baik – baik, “anjinggg!! Si Viki belom legalisir disini” akhirnya gua balik lagi, ngantri lagi.

Dan pas giliran gua, gua Cuma nyodorin Teriakan Bocah dan bilang ke Bang Viki “bang.. tadi lu belom tanda tangan disini”

“ohh belom yaa ( sambil legalisir ), kata bang Viki.

“makasih ya bang”, kata gua.

“iya sama – sama”, kata bang Viki.

Akhirnya gua pulang dengan perasaan yang lega.

Dengan menonton konser tadi dan film dokumenternya gua jadi ga sabar nunggu rilisan fisik terbaru dari mereka. Kalo format nya apaan, itu masih di rahasiakan sama mereka. Yang jelas, mau format nya kaset, CD, atau Vinyl gua pasti bakalan beli, kecuali Vinyl ( karna duitnya belom kuat, namanya juga mahasiswa miskin ). dan yang pasti nya ini album bakalan beda banget sama yang pertama dan kedua kaya yang Viki bilang tadi, jadinya gua makin penasaran sebagai fans Kelompok Penerbang Roket.


Udeh dulu yee.. masa iya ngetik mulu. Cape. 


Komentar

Postingan populer dari blog ini

APA ISTIMEWA NYA ALBUM MEMORANDUM DARI PERUNGGU?

Review: Sal Priadi - MARKERS AND SUCH PENS FLASHDISKS

"Bales Pake Karya"